5 Langkah Awal Membangun Bisnis Clothing

Tanggal : Minggu, 22 Februari 2015

5 Langkah Awal Membangun Bisnis Clothing
Wah, dengan kamu membuka artikel ini saja itu sudah menunjukkan bahwa kamu punya niat untuk membuka bisnis clothing, tinggal dibulatkan saja tekadnya dan jangan lupa untuk membaca tips-tips dibawah ini ya. Kebanyakan pengusaha pemula bingung dan mentok karena alasan tidak adanya modal untuk menjalankan bisnis. Hal terpenting di bisnis itu bukan modal, tapi IDE! Betul? Jika kamu punya ide, apapun bisa kamu lakukan, tinggal putar otak, dijamin kamu langsung bisa menemukan jalan keluarnya. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, oleh sebab itu, jangan mudah menyerah. Kamu tidak akan tahu kapan usaha kamu akan berhasil, siapa tahu kamu menyerah di tahap 99% kesuksesan kamu? Tinggal 1% lagi, kamu justru menyerah. Sayang, bukan?

Berikut ini adalah tips memulai bisnis, bisa dijalankan online maupun offline.
1) Rencanakan Target Pasar
Apakah kamu mengincar komunitas? Komunitas apa? Pemusik? Band? Pecinta hewan? Manga? Semakin spesifik kamu merencanakan target pasar, maka semakin potensial pula pasar yang akan kamu temui nantinya.

2) Kenali Bisnismu
Kamu ingin membuat bisnis clothing. Apakah bisnis itu berupa jasa pembuatan kaos atau sebagai sebuah brand? Contoh sebuah brand adalah Red Dots Clothing tentunya :p (narsis sedikit). Tapi bisa juga kamu mengambil design dari mana saja, misalnya gambar One Piece yang kamu cetak di sebuah kaos kemudian kamu jual di komunitas pecinta manga. Mereka pastinya akan merespon dengan cepat dibandingkan kamu menjual kaos Manga di komunitas pemusik bukan?

3) Design Kreatif
Mengambil design? "Hmm.. tapi bingung designnya apa. Ada kok brand yang designnya sangat simpel tapi kaosnya harganya mahal". Itu lagi-lagi karena brand mereka yang sudah terlebih dahulu booming. Misalnya kamu punya ide untuk membuat clothing yang berorientasi untuk mengkritik pemerintahan, tetapi ketika kamu melihat brand toko sebelah, kamu jadi goyah. "Brand toko sebelah designnya keren-keren ya, tengkorak-tengkorak, kok saya cuma tipografi gini aja.." JANGAN GOYAH. Jadilah orang yang kreatif. Jangan jadi orang yang suka ikut-ikutan. Karena kreativitas tidak akan pernah mati.

4) Mewaspadai Pesaing
Ada baiknya sebelum kamu benar-benar terjun, kamu amati design yang digunakan para pesaing kamu, berapa harga yang mereka patok, bagaimana cara mereka melayani costumer. Amati, Tiru tetapi modifikasi dengan yang lebih baik.

5) Mencari Supplier
Ini juga tidak kalah penting. Kamu harus mengerti bahan yang kamu jual, sablon apa yang kamu gunakan. Kebanyakan memang para vendor biasanya mematok untuk mencetak sebanyak 1 lusin. Ini merupakan hal yang membuat para pebisnis awal putar otak. Eits, tenang dulu. Sekarang sudah ada kok vendor sablon manual, BISA SATUAN juga loh. Vendor ini mengkhususkan untuk para pebisnis awal yang masih memiliki modal yang minim. Tinggal kirim design, sebut ukuran dan warna, kaos "brand" milik kamu sudah bisa diantar ke tempat pesanan. Kamu tinggal menghitung selisih dari ongkos produksinya saja. Modal design, bisa bikin bisnis. Keren ya? Gak percaya? Belum berani coba? Selamat berbisnis!

Salam, 

Red Team.